Inspiratif

SEJARAH BERDIRINYA STADION HARAPAN BANGSA, BANDA ACEH

Setiap Harinya Kita Selalu menggunakan fasilitas Stadion Harapan Bangsa khususnya masyarakat Aceh yang menjadi Ikon Provinsi Aceh , Kegiatan yang sering dilakukan di dalam Komplek Stadion seperti pertandingan Sepakbola  Tingkat Daerah, Nasional dan Internasional  sampai  Kepentingan Publik seperti berjoging di trek atletik dan kegiatan lain diluar Stadion Harapan Bangsa .

Foto Pembangunan Stadion Harapan Bangsa

 tapi kadang kala saya berpikir bagaimana Sejarah Stadion semegah ini bisa terbangun dengan jangka waktu yang sangat panjang ???. Nah saya telah merangkum dari berbagai Sumber yang ada Berikut Ulasannya.

Lahirnya Stadion Olahraga yang diberi Nama Gelanggang Olahraga Stadion Harapan Bangsa yang kita lihat  sekarang, tidak lain merupakan sebuah proses yang sangat panjang. Dari Ide Pembangunan hingga tahap Pembangunan  dan Peresmian, sudah memakan waktu, kurang lebih 13 tahun 6 bulan. Suatu waktu yang relatif panjang.

Baca Juga : RAHASIA MUHAMMAD AL -FATIH SANG PENAKLUK KONSTANTINOPEL

Gagasan pertama munculnya keinginan membangun Stadion Olahraga yang representatif, tidak lain berdasarkan pertimbangan bahwa Propinsi Daerah Istimewa Aceh tidak memiliki satu pun Stadion Olahraga . Padahal, minat masyarakat untuk berolahraga dan mengembangkan prestasi cukup besar.

Pada tahun 1984, ketika itu H. Hadi Thayeb Gubernur Kepala Propinsi Daerah Istimewa Aceh, muncul gagasan untuk mewujudkan pembangunan sebuah gelanggang olahraga yang memenuhi syarat dan representatif.  Pada waktu yang bersamaan juga direncanakan pembangunan Kantor Gubernur.

Khusus untuk pembangunan gelanggang Olahraga Aceh, dalam tahun 1984 telah dibicarakan dalam Konsultasi Pembangunan Nasional di Jakarta.

Guna Menindaklanjuti pemikiran tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Propinsi Daerah Istimewa Aceh yang waktu itu dipimpin Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud mengadakan pertemuan dengan unsur terkait Biro Binsostal, Biro Pemerintahan Umum, Biro Bina Pembangunan, Biro Material, Biro Keuangan, Direktorat Agraria dan Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. pada tanggal 12 Maret 1984 dibentuklah Tim Khusus yang bertugas untuk meneliti calon lokasi Stadion Olahraga dan sekaligus menetapkan jadwal penelitiannya.

TIM KHUSUS tersebut terdiri  :

  1. Drs. Ar Ishak, Sebagai Ketua.
  2. A Jalil Harun, SH, Sebagai Anggota
  3. Drs. A Djalil, Sebagai Anggota.
  4. Drs. Djakfar Djuned,  Sebagai Anggota.
  5. Drs Ishak Djohan, Sebagai Anggota.
  6.  Drs TM Ilyas dan Wim Sutrisno, Sebagai Anggota.

LOKASI STADION :

setelah melakukan penelitian di beberapa tempat dan ditetapkan tujuh calon lokasi. Yaitu :

  1. Bandar Baru.
  2. Ujoeng Batee.
  3. Cot Paya.
  4. Kajhu.
  5. Blang Mireuek.
  6. Lambhuk.
  7. Lhong Raya.

Setelah dipertimbangkan dan disesuaikan dengan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR)  Kotamadya Banda Aceh maka diputuskan tiga lokasi dipilih dan dipertimbangkan kembali yaitu :

  1. Cot Paya
  2. Kajhu dan
  3. Lhong Raya.

dari beberapa alternatif tersebut maka Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh menetapkan Lhong Raya sebagai lokasi pembangunan Gelanggang Olahraga Harapan Bangsa Kotamadya Banda Aceh.

Baca Juga : 16 Foto Mengerikan Yang Menunjukkan Kita Perlu Melakukan Sesuatu Tentang Polusi

LUAS  STADION

Lokasi Stadion adalah merupakan pemukiman penduduk, tanah persawahan dan jalan raya. Proyek ini dibangun diatas tanah seluas 24 hektar dengan keadaan tanah merupakan tanah yang cukup lemah dengan data sondir/boring diperoleh tegangan tanah rata-rata sebesar 20 – 30 Kg/Cm2.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Penyusunan perencanaan pembangunan stadion olahraga dipercayakan kepada PT Griya Cipta Sarana, Jakarta, yang sebelumnya juga telah dipercaya untuk menyusun perencanaan pembangunan Kantor Gubernur Kepala daerah Istimewa Aceh.

Dalam perencanaannya, khusus untuk stadion utama dibuat 3 (tiga) alternatif, yaitu:

  1. Alternatif  pertama dengan kapasitas 30.000 penonton.
  2. Alternatif  kedua  kapasitas 40.000 penonton.
  3. Alternatif ketiga kapasitas 75.000 penonton.

Berdasarkan berbagai pertimbangan, Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Aceh Prof. Dr. Ibrahim Hasan, memilih alternatif  kedua, yaitu pembangunan stadion utama dengan kapasitas 40.000 penonton. sedangkan gambar stadion yang akan dibangun dipilih dua tribun tertutup dan dua tribun terbuka.PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

 

Guna menjamin kelangsungan dan kepastian pembangunan stadion olahraga tersebut, maka diselesaikan terlebih dahulu pembebasan tanah seluas 24 hektar yang dilaksanakan oleh Biro Bina Sosial Setwilda Propinsi Daerah Istimewa Aceh, yaitu tahun 1988 melalui proyek pembangunan gedung olahraga.

Proyek Pembangunan Olahraga Harapan Bangsa ini dilaksanakan oleh beberapa rekanan. Di antaranya dilaksanakan oleh :

  1. PT Wakita Karya.
  2. PT Tuah Sejati.
  3. PT Citra Agung.
  4. PT Pembangunan Perumahan.
  5. KSO Karya Cipta Anak Bangsa.

sedangkan sebagai perencana adalah :

  1. PT Griya Cipta Sarana Dan

 Pengawas Teknik adalah :

  1. PT Directa Tama Karya.

Foto Pembangunan Stadion Harapan Bangsa

*Sumber Anggaran

Sumber anggaran pembangunan Gelanggang Olahraga Harapan Bangsa bersumber pada Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan pinjaman pada Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh.  Pada tahun 1989 biaya keseluruhannya hingga selesai tahun 1989 biaya keseluruhannya hingga selesai tahun 2003 mencapai kurang lebih Rp. 50 milyar, Namun, hingga 09 Agustus 1997, total anggaran yang diperlukan hingga penyelesaian stadion utama mencapai Rp. 46,462 milyar lebih.

Demikianlah Ulasan saya semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Terima kasih ..

Artikel Terkait